PALU – Di sela latihan rutin atlet lempar pisau di Palu, Sulawesi Tengah, Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) menegaskan target besarnya untuk tahun 2026: mendapatkan naungan resmi dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KONI).
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya PABKI menjadikan olahraga akurasi bilah dan kapak sebagai cabang olahraga yang diakui secara resmi dalam sistem keolahragaan nasional, sejalan dengan pertumbuhan pesat komunitas pelempar di berbagai daerah.
Kepengurusan di 18 Provinsi
Saat ini PABKI telah memiliki struktur kepengurusan di 18 provinsi di Indonesia, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga lempar bilah dan kapak terus tumbuh sejak awal kemunculannya sebagai aktivitas hobi komunitas pada 2010.
Perluasan jaringan kepengurusan daerah ini sejalan dengan salah satu prioritas kerja Ketua Umum PABKI periode 2026-2030, yakni penataan data anggota, klub, dan pengurus daerah secara lebih sistematis, sebagai bekal penting sebelum mengajukan status naungan ke KORMI maupun KONI.
Menuju Pengakuan Cabor Resmi
Status naungan dari KORMI dan KONI dinilai krusial bagi masa depan olahraga akurasi bilah dan kapak di Indonesia, karena akan membuka akses pembinaan atlet yang lebih terstruktur, termasuk peluang keikutsertaan dalam ajang-ajang olahraga masyarakat maupun kompetisi berjenjang di tingkat nasional.
Dengan rangkaian kegiatan seperti Open Tournament Nasional PABKI (OTP) 2026 dan pemecahan rekor MURI di Bandung, PABKI menunjukkan keseriusannya membangun ekosistem kompetisi yang profesional sebagai bagian dari langkah menuju pengakuan resmi tersebut.