BANDUNG – Kota Bandung menjadi tuan rumah Open Tournament Nasional PABKI (OTP) 2026, ajang kompetisi lempar pisau dan kapak berskala nasional yang berlangsung pada 29-30 Agustus 2026 di Kiara Artha Park. Turnamen ini diikuti oleh 270 pelempar dari 15 provinsi di Indonesia.
Diselenggarakan oleh Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI), turnamen ini mempertandingkan empat kategori teknik, yaitu full spin, half spin, no spin, dan kategori kapak, yang masing-masing terbagi dalam beberapa kelas usia dan jarak lempar.
Empat Kategori, Enam Peringkat Juara
Dalam regulasi PABKI, kategori full spin merupakan kelas lempar bilah dan kapak dengan teknik putaran penuh, di mana bilah berputar di udara sebelum menancap ke target sehingga menuntut kemampuan mengatur jarak, genggaman, ritme lemparan, dan konsistensi putaran. Sementara itu, half spin menggunakan teknik lempar dengan kontrol lebih halus agar bilah berputar sebagian sebelum masuk ke target.
Adapun teknik no spin adalah metode lempar tanpa putaran, di mana pisau meluncur ke arah target dengan ujung tajam selalu menghadap ke depan. Di setiap nomor pertandingan, enam peringkat juara diperebutkan, dengan akurasi dan konsistensi menjadi penentu utama.
Ketua Umum PABKI periode 2026-2030, Irjen Pol Victor Alexander Lateka, menjelaskan bahwa turnamen nasional ini menjadi ajang mengasah kemampuan sekaligus mempertemukan komunitas pelempar dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu kompetisi resmi.
Bandung, Kota Bersejarah Olahraga Lempar Bilah
Pemilihan Bandung sebagai lokasi OTP 2026 bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki tempat penting dalam sejarah olahraga lempar bilah dan kapak di Indonesia, yang bermula dari sekelompok mahasiswa dan berkembang menjadi komunitas di berbagai daerah sejak 2010, hingga melahirkan berbagai kompetisi lokal dan nasional pada periode 2016-2018.
Kembali ke Bandung menjadi momentum bagi PABKI untuk menghargai akar sejarah sekaligus melangkah maju sebagai rumah bersama untuk mempersatukan para pelempar Indonesia. Turnamen ini turut didukung oleh BNI bersama sejumlah mitra dan sponsor lainnya.
OTP 2026 juga menjadi langkah awal PABKI dalam memetakan pegiat dan atlet ke kategori pra-pemula, pemula, dan mahir di seluruh Indonesia. Data hasil turnamen akan menjadi dasar program pembinaan dan penempatan kelas kompetisi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.