BANDUNG – Momen bersejarah tercipta di pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) lempar pisau dan kapak 2026. Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) resmi memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) lewat aksi penancapan 600 pisau secara serentak ke papan target, di Kiara Artha Park, Bandung, pada Sabtu (29/8/2026).
Ketua Harian PABKI, Hendri Jay Agustian, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi organisasi maupun bagi perkembangan olahraga akurasi bilah dan kapak di Indonesia secara keseluruhan.
Melibatkan Lebih dari 300 Pelempar Profesional
Aksi penancapan 600 pisau ini melibatkan lebih dari 300 pelempar profesional yang berasal dari 15 kontingen provinsi di seluruh Indonesia. Setiap peserta dibekali satu set perlengkapan standar kompetisi yang terdiri atas empat bilah pisau lempar, sehingga aksi masal tersebut dapat dilakukan secara serentak dan terukur.
Momen pemecahan rekor ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Kejurnas lempar pisau dan kapak, yang memperebutkan hadiah utama berupa 12 unit sepeda motor bagi para juara di berbagai kategori pertandingan.
Standardisasi Tata Kelola Olahraga Profesional
Hendri menyebut bahwa meskipun komunitas olahraga lempar pisau dan kapak telah aktif menggelar kejuaraan sejak 2010, Kejurnas edisi kali ini menjadi tonggak pertama yang menerapkan standardisasi tata kelola olahraga profesional secara paripurna, termasuk penerapan sistem siaran langsung pertandingan.
Kejuaraan ini menggunakan sistem terbuka atau open tournament, dengan komposisi sekitar 85 hingga 90 persen peserta merupakan anggota resmi PABKI, sementara sisanya berasal dari kalangan pelempar umum non-anggota yang ingin menguji kemampuan di ajang resmi.
Pemecahan rekor MURI ini turut mengangkat profil olahraga akurasi bilah dan kapak ke publik yang lebih luas, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa cabang olahraga yang semula tumbuh dari komunitas hobi kini mampu menghadirkan pencapaian berskala nasional.